Advertisements

Tips Memilih Sepatu Bayi


Memilih sepatu bayi untuk anak di usia 1-2 tahun tidak bisa dianggap remeh. Anda harus menentukan sepatu yang nyaman untuk kakinya ketika sedang belajar berjalan. Apa saja yang perlu Anda perhatikan?

– Pilih ukuran yang pas dengan kaki anak. Ukuran yang terlalu besar akan membuat anak mudah jatuh dan tersandung sepatunya sendiri yang longgar. Sebaliknya jika terlalu kecil, akan membuat jari kaki anak tertekuk dan bisa mengganggu bentuk kakinya kelak.

– Pilih sepatu bayi laki-laki atau perempuan yang mudah digunakan tapi tidak mudah lepas. Anak Anda juga perlu mulai belajar pakai sepatu sendiri secara bertahap. Jadi, perhitungkan pula proses belajar mandiri yang satu ini.

– Pilih sepatu yang ringan. Sepatu yang berat akan mengganggu postur dan pertumbuhan kaki anak.

– Pastikan sepatu bayi perempuan yang Anda pilih cukup fleksibel untuk pertumbuhan kaki si kecil. Tekuklah sepatu pada ujung jari dan tumitnya untuk mengecek fleksibilitasnya. Jika sepatu bisa menekuk di tengah dengan luwes, berarti inilah pilihan yang tepat.

– Hindari memilih sepatu dengan tali karena berisiko membuat anak terjatuh.

– Hindari memilih sepatu dengan aksesori yang mudah lepas. Si kecil yang penuh rasa ingin tahu bisa terdorong untuk mengeksplorasi aksesori itu. Jika mudah lepas, kemungkinan masuk mulut
dan tertelan si kecil juga ada.

– Pilih sepatu dengan sol yang tidak licin. Anak yang baru bisa berjalan tentu belum mempunyai kontrol tubuh yang sempurna sehingga sepatu yang tidak licin akan sangat membantu untuk ‘mengerem’ ketika ia berlari.

Jangan asal beli sepatu bayi. Pilih yang benar-benar tepat, karena sepatu turut menentukan perkembangan kaki bayi. Jangan mudah tergoda dengan beragam sepatu bayi yang lucu bentuk dan modelnya. Sesuaikan fungsinya dengan kebutuhan bayi.

Sepatu punya manfaat. Sepatu bukan hanya sekadar alas kaki bagi bayi. Ada sederet manfaat bagi bayi yang mungkin selama ini kurang kita pikirkan. Apa saja sih manfaat dari sepatu?

Melindungi kaki bayi dari benda-benda tajam.
Menyangga berat tubuh, sehingga titik berat bertumpu pada posisi yang benar.Posisi ini akan akan membentuk gaya berjalan yang benar.
Membantu mengoreksi atau memperbaiki beberapa jenis kesalahan (kelainan) pada proses tumbuh-kembang kaki bayi.
Membantu membentuk struktur kaki bayi yang benar dan normal.
Membantu dan menunjang proses belajar berjalan bayi, sesuai tahapan tumbuh kembangannya.
Menjaga pertumbuhan bayi serta mengarahkan rotasi tulang tungkai ke arah yang benar. Karena itu, sebaiknya bayi mulai pakai sepatu yang ergonomis sejak usia 1,5 – 7 tahun.

Macam-macam jenisnya. Jangan salah pilih, Bunda. Sepatu untuk bayi memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsinya. Seperti misalnya:

Untuk bayi belajar merangkak. Gunakan sepatu berpunggung yang tebal dan tidak bertali, agar dapat melindungi punggung kaki bayi yang menyentuh lantai.
Untuk bayi belajar merambat. Gunakan sepatu dengan bagian pinggir sebelah luar yang kokoh untuk melindungi bagian pinggir kaki bayi.
Untuk bayi belajar berjalan. Gunakan sepatu bertumit kuat dan kokoh sehingga dapat “menggenggam” tumit kaki bayi dengan baik saat melangkahkan kakinya.

Tip & Trik Pilih Sepatu. Mau berbelanja sepatu untuk bayi? Sebaiknya Anda mencari sepatu yang memiliki kriteria seperti ini:

Bentuknya kuat dan kokoh sehingga mampu menunjang kaki bayi dengan baik. Tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu sempit, bersifat ergonomis seperti “memeluk” kaki bayi sehingga nyaman dipakai.
Pilihlah sepatu dengan model tertutup dan dapat membentuk kaki bayi yang normal.
Terbuat dari bahan yang lentur atau fleksibel sehingga dapat berubah mengikuti gerakan kaki bayi. Begitu juga dengan bagian dalam sepatu, pilih yang terbuat dari bahan yang lembut sehingga kulit kaki bayi tidak mengalami iritasi.
Terbuat dari bahan yang lembut dan memungkinkan kulit bayi bernapas, misalnya dari kain yang menyerap keringat.
Ada ruang tersisa pada ujung kaki bayi, maksimal 1,5 cm.
Pilih yang memiliki bantalan medial arkus (bagian tengah pada sisi sebelah dalam yang sedikit menonjol), sehingga tidak membuat bayi cepat lelah.
Ujung sepatu berbentuk membulat atau lonjong, dan tidak runcing.
Sol sepatu luar (outsole) cukup lebar dan kuat untuk menopang kaki bayi, tapi juga tidak terlalu tinggi.
Bagian atas sol kuat “memeluk” tumit bayi. Jadi, pilih yang tidak terbuat dari kain melainkan dari kulit atau kulit imitasi. Ketinggiannya pun sebaiknya sampai menutupi tumit.
Pilih yang modelnya tidak menghalangi pergelangan kaki sehingga kaki bayi dapat bebas bergerak dan lutut tidak menanggung beban pada saat kaki bergerak.

Sebaiknya ganti sepatu bayi dengan yang baru setiap 2-3 bulan, sesuai tahapan perkembangan jalan yang sudah dicapainya. Dengan demikian perkembangan kaki dan kemampuan berjalan bayi akan lebih maksimal.

Advertisements

Posted on August, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s